Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bagus Widiatmoko : Kembangkan Bisnis Budidaya Ayam Pedaging
Kamis, 20 Oktober 2011 10:39 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Bosan menjadi karyawan, Bagus Widiatmoko (27) memilih menjadi pengusaha pengembangan budidaya ayam pedaging. “setiap bekerja saya selalu mencari tempat yang lebih baik, tapi setiap pindah kerja tidak satupun pekerjaan yang membuat saya nyaman. Akhirnya saya memilih untuk menjadi entrepreneur. Kebetulan saya sarjana peternakan dan memiliki pengalaman di dunia peternakan ayam ketika masih bekerja di perusahaan peternakan. Dengan modal tersebut saya nekad menjalankan usaha pengembangan budidaya ayam pedaging. Mulanya keputusan saya di tentang orang tua karena tidak memiliki modal dan pendapatannya tidak pasti, tapi saya nekad,”kenang lelaki yang biasa di sapa Den bagus ini.

Meminjam Modal

Karena tidak mendapat ijin dari orang tua dan tidak memiliki modal, akhirnya lelaki lulusan S1 Peternakan IPB inipun terpaksa meminjam modal pada mertuanya. “Saya jelaskan mengenai prospek usaha ini dan menjanjikan pembagian keuntungan dan mereka setuju,”jelas Den bagus. Tahun 2008 pinjaman sebesar Rp 25 jutapun cair.

Lantas uang sebesar itu digunakan suami dari Dewi Kuraisin ini untuk menyewa tempat di Bogor dan membeli bibit ayam pedaging sebanyak 2.500 ekor. “Saya mencari lokasi di daerah pedesaan Bogor karena ayam ini sangat sensitive, dia tidak bisa di tempat ramai. Mengenai perawatan dan pangan ayam saya tidak masalah. Agar ayam sehat dan cepat besar, selain memberikan pakan dari pabrik, saya juga member kunyit dan temu lawak pada ayam. Terbukti, ayam-ayam saya besar dan tidak mudah terserang penyakit,”papar Den bagus berpromosi.

Cara pemeliharaanpun sangat diperhatikan oleh ayah dari Felanesya Raudhatul Jannah, setiap hari kandang di bersihkan lantas di kasih formalin baru di taburi sekam agar tidak lembab. “Dengan begitu ayam akan merasa nyaman. Agar tidak mudah terserang penyakit selain dikasih makanan secara rutin, ayam-ayam saya faksinasi. Tapi agar kadar antibiotic pada ayam tidak terlalu banyak tujuh hari sebelum panen, ayam tidak boleh dikasih antibiotic hanya makanan alami saja,”akunya.

Melalui strategi yang dilakukan Den Bagus, dalam waktu empat minggu usaha yang diberi nama Chick’n Farm sudah siap panen. Berat ayam per ekor berkisar antara 1,4 sampai 1,8 kg. Permasalahannya, Anak dari pasangan Wahono dan Sutjiarni ini tidak berpengalaman memasarkan ayam. “selama ini pengalaman saya hanya berkisar bagaimana memelihara ayam tapi tidak tahu bagaimana memasarkannya. Untungnya saya masih menyimpan alamat pelanggan-pelanggan saat saya memasarkan makanan ayam. Rata-rata mereka pengusaha ayam pedaging. Saya datangkan mereka dan menawarkan kerjasama bila ada yang mencari ayam. Tapi pembelinya harus dating ke tempat saya untuk mengambil ayam atau saya yang dating langsung pada pelanggan dan mereka setuju,”terang Den Bagus.

Lama-kelamaan pelanggan lelaki yang menghabiskan waktu luangnya dengan bermain music ini semakin banyak. “ Melalui informasi dari mulut ke mulut pelanggan saya terus bertambah. Saat ini masih tersebar di daerah jabotabek. Kini pelanggan saya sebanyak 30 orang, rata-rata mereka adalah pengusaha ayam potong,”tutur lelaki kurus tinggi ini.

Harga yang ditawarkan Den Bagus per kg Rp 15 ribu, tapi harga ini tidak pasti tergantung keadaan. Saat ini setiap pelanggan Den Bagus membeli sebanyak 100 sampai 1000 ekor setiap minggunya. Setiap bulannya Den Bagus mengaku mampu meraup omzet hingga Rp 150 sampai Rp 200 juta setiap bulannya.

Namun meski begitu, Den Bagus belum merasa puas, ia ingin mengembangkan usaha dengan membuka usaha ayam potong dan mengajak orang lain khususnya mahasiswa peternakan IPB bekerjasama. “Saya ingin mengembangkan populasi ayam pedaging ini sampai 25.000 ekor. Oleh sebab itu saya ingin menawarkan kerjasama menjadi mitra. Mereka cukup menyediakan tempat dan memeliharanya. Saat ini saya baru memiliki dua mitra, saya juga berencana untuk membuka usaha ayam potong, tapi saat ini masih berkendala dengan modal,”ungkapnya.

Untuk memenuhi impiannya, Den Bagus mengajukan bantuan dana pada Dana Capacity Building (IPB) Program Wirausaha Go Entrepreneur yang digalakkan IPB bersama Perum Pengadaian. “Ternyata proposal saya di setujui, saya mendapat bantuan sebesar Rp 8 juta dalam bentuk peralatan pengembangan usaha,seperti keranjang, freezer dan genset. Rencananya melalui dana tersebut saya akan membuka usaha ayam potong. Sejauh ini prospek ayam potong sangat bagus,”jelas Den Bagus. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari