Tanggal Hari Ini : 31 Jul 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ciptakan Bisnis yang Unik
Senin, 24 Oktober 2011 09:30 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Berbisnis, harus memiliki produk unik. Joger di Bali dan Dagadu di Jogyakarta adalah sedikit dari begitu banyak perusahaan penjual kaos oblong yang memiliki produk-produk unik.

Saptuari Sugiharto pun membuat Kedai Digital, produk merchandise yang juga unik. Ia piawai dalam berbisnis dengan mendirikan Kedai Digital sejak Maret 2005 lalu, usahanya kini melejit kemana-mana.

Meski produk-produk digital printing sudah banyak pemainnya, namun ia memiliki banyak akal untuk bersaing memperebutkan pelanggan. Salah satunya dengan membuat produk digital printing yang unik-unik dan menarik. Misalnya ia bisa menerima pesanan yang hanya dibuat dalam satu buah saja dengan harga terjangkau, atau produk yang yang dibuat khusus secara terbatas.

Alumnus Fakultas Geografi UGM ini juga konsisten untuk menjadi Kedai Digital sebagai pusat pembuatan merchandise bagi anak muda dan corporate yang murah meriah.

Bisnis unik juga dilakukan oleh Hendy Setiono. Saat memulai bisnis Kebab Turki Baba Rafi (KTBR), jangan membayangkan ia memulainya dengan modal yang besar. Ia hanya bermodal ide. Ide bahwa makanan berupa kebab, yang merupakan makanan popular di kawasan Timur Tengah, khususnya dari Turki belum ada di Indonesia.

Saat memulai usaha kebab, Hendy sempat berfikir apakah jenis makanan ini disukai oleh masyarakat Indonesia? Sebelum berbisnis kebab, Hendy mencoba menjalankan bisnis burger dengan menjalan bisnis waralaba dari pemilik produk burger. Dengan menjadi waralaba burger ini ia belajar banyak bagaimana sebuah produk makanan dikemas, menciptakan packaging yang baik, outlet yang menarik, serta system bisnis yang menguntungkan.

Pengalaman awal berbisnis burger inilah yang membuatnya yakin bahwa bisnis kebab akan menuai hasil, sepanjang dimodifikasi dengan selera dan harga menurut orang Indonesia.  Perlahan namun pasti, makanan kebab mulai dilirik masyarakat sebagai makanan alternative yang praktis, enak, menyehatkan, dan halal.

Es Cream dari Ubi Unggu 

Setiap kali memikirkan bisnis, Adi Kharisma selalu dibuat bingung. Bingung, karena bisnis yang digeluti selama ini berada di area ‘jalur merah’ yang penuh dengan persaingan dan jor-joran.

Bisnis yang menurutnya, minim kreasi dan inovasi, dan setiap saat harus berhadapan dengan para pendatang baru yang mengikuti jejaknya. Salah satu bisnisnya, sebagai distributor produk-produk makanan dan minuman, serta menjadi agen tunggal sebuah produk air minum merek ternama di Denpasar, Bali, tak membuatnya nyaman.

 “Saya berfikir, suatu saat bisnis yang saya geluti ini akan berada di siklus terendah jika tidak dapat mempertahankan pelanggan. Padahal setiap produk baru selalu datang dengan memainkan harga,” ujar Adi. 

Karenanya ia berfikir memasuki bisnis yang paling sedikit dapat diintervensi oleh pesaing, dengan cara melakukan inovasi produk dari hulu hingga hilir. Ia memasuki bisnis mengolah ubi jalar ungu menjadi berbagai produk makanan dan minuman. 

Berbeda dengan yang selama ini ada, ubi jalar hanya dijadikan keripik atau semacamnya, alumnus SMA Petra Surabaya ini menjadikan ubi jalar ungu menjadi produk-produk yang belum banyak dipikirkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia., yaitu dengan membuat Es Krim, Sirup, bahkan juice dari ubi jalar. Produk dari ubi ungu ini bahkan menjadi makanan anti kanker yang banyak diminati oleh pelanggan yang ingin hidupnya lebih sehat.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari