Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ingin Berbisnis Apa Hari Ini?
Senin, 24 Oktober 2011 10:53 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Saat bertemu banyak teman, atau berada di forum seminar-seminar bisnis dan kewirausahaan, masih saja terdengar pertanyaan yang sangat lazim dan sering ditanyakan berulang-ulang: mau berbisnis apa hari ini?

Banyak orang yang keliru menterjemahkan ‘berbisnis’ adalah membuat, memproduksi, memelihara, menanam, bahkan mendirikan sebuah usaha, tentu saja dengan modal yang besar,  padahal memasarkan produk-produk, menjual jasa, ketrampilan, serta pengetahuan juga adalah bisnis, menjadi pedagang perantara, mempertemukan antara penjual dengan pembeli juga sebuah bisnis.

Majalah Wirausaha dan Keuangan ingin mengawali dengan sebuah cerita, tentang seorang pebisnis pakaian batik yang sukses di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Namanya H Rusdi Baamir.  Di Pasar Tanah Abang saja ia memiliki 11 outlet penjualan, belum di mall dan pusat grosir pakaian lainnya di Jakarta, Surabaya, dan Pekalongan.

Jangan membayangkan sepuluh tahun lalu ia mengawali dengan modal besar, ia mengawalinya dari staf gudang, tenaga penagihan, hingga belajar sedikit demi sedikit bagaimana berjualan pakaian yang baik dan menguntungkan di perusahaan orang. Sepanjang perjalanannya berbisnis,  jatuh bangun telah ia lalui, rugi, ditipu orang berkali-kali, hingga dirongrong karyawan dari dalam. Ia jatuh dan bangkit, jatuh dan bangkit kembali. Berkali-kali.

Begitu juga dengan Dadik Wahyu, anak seorang tukang parkir di Malang, yang hidup serba kekurangan. Menjadi tenaga marketing freelance, penjaga toko fotocopy, mendirikan café kecil-kecilan, hingga mencoba peruntungan membuka usaha percetakan dan advertising. Semua dilalui dengan proses panjang yang keras dan melelahkan. Kadang terbentur, dengan beribu masalah dan rintangan, hingga tangannya menengadah ‘Yuhan tolonglah kami’. 

Seorang professional yang telah mapan di dunia kerja di perusahaan besar, dan ingin membuat haluan yang berbeda agar memiliki cita-cita sendiri, tak membuat seorang Yanti Melianty Isa melenggang dengan mudah saat memulai usaha. Banyak cobaan dan rintangan yang harus dilalui, hingga ia benar-benar memahami lika-liku bisnis yang kini ia geluti.

Juga seorang H BM Roeslan, yang telah menelan mimpi-mimpi lama yang terpendam hingga berani memutuskan untuk membuat usaha sendiri, dengan perjalanan yang tak kalah berlikunya untuk mewujudkan mendirikan Jaringan Rumah Sakit  & Klinik 24 jam .

Berwirausaha adalah sebuah proses. Memulai dari mengamati, melihat potensinya, kemudian mencoba memasuki pasar dengan menawarkan produk-produk dan jasa yang diperlukan, dengan skala kecil, kemudian mengembangkannya, mencari relasi-relasi, mengintegrasikan dengan berbagai potensi dan sumberdaya yang ada, berupaya menyelesaikan masalah dan hambatan yang ada, hingga perputaran ide dan gagasan bergulir semakin besar, semakin berkembang.

Seorang teknisi Air Conditioner (AC) di kantor kami, semula hanyalah seorang teknisi partikelir, yang membangun reputasinya dengan ketrampilan memperbaiki dan menservice AC yang kian baik, kian professional. Ia bukan saja melayani jasa service, tetapi menyediakan spare part, melayani tukar tambah beli, melayani pemasangan AC baru, hingga membantu ‘membelikan’ AC baru sekaligus pemasangannya.

Lima tahun ia membangun reputasinya dengan baik, dan kini ia telah memiliki toko AC cukup besar di Depok, dan memiliki pelanggan yang tersebar dari Depok hingga Kawasan Pasar Minggu, Cibubur, Lebak Bulus dan sekitarnya. Pelangganya, mulai dari pelanggan ritel rumahan dengan jumlah AC 1 hingga 3 buah, hingga pelanggan perkantoran dengan jumlah AC 20 hingga ratusan buah. 

Jika anda kini ingin tiba-tiba menjadi pengusaha sukses, duduk manis, dengan uang datang turun dari langit, atau menyulap kertas-kertas putih menjadi uang merah jingga, seperti sulap ala ‘Limbad’, berhati-hatilah, karena anda sudah pasti sedang berkhayal.

Menjadi pewirausaha sukses adalah memulai dari satu langkah, dan melanjutkan langkah-langkah berikutnya. Jangan perkirakan apa yang akan terjadi, sebelum anda benar-benar melangkah dan mengerjakannya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari