Tanggal Hari Ini : 30 Jul 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bisnis Makanan Olahan
Rabu, 02 Mei 2012 14:03 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Coba-coba. Itulah yang dilakukan Ririn (32). Saat memulai usaha membuat makanan olahan  dari bahan ikan laut. Hasil olahannya ini ia beri merek “Laras Food”.Sebelum menjalankan usaha sendiri Ririn bekerja sebagai RND (Riset and Development) di sebuah  perusahan makanan olahan ikan laut. Karena perusahaan tutup, akhirnya ia diminta oleh para buyer untuk mengajar  para pelanggan  bagaimana cara membuat  ikan olahan seperti membuat kekian udang, siomay udang dan lainnya.

Kegiatan tersebut memberi ide padanya untuk memanfaatkan keahlian yang selama ini ia miliki. Bahkan karena cukup lama berkecimpung dalam riset dan pengembangan produk makanan olahan dari hasil laut, Ririn tahu benar  seluk beluk bisnis ini.“Saya jadikan usaha pengolahan hasil ikan laut ini sebagai peluang usaha,”kenang wanita berkerudung ini.

 Citarasa Lokal

Saat memproduksi sendiri, agar dapat diterima oleh lidah masyarakat Indonesia alumnus Sarjana Pertanian Universitas Sebelas Maret, Solo ini melakukan ujicoba produk. Ia kemudian membuat  crispy seafood deli, aneka makanan olahan dari udang, cumi-cumi dan sayuran seledri dan wortel sebanyak 5 kg.

“Saya sengaja memberi sayuran untuk memberi warna dan menghilangkan bau amis dengan citarasa lokal. Setelah jadi, saya tawarkan pada saudara, dan teman-teman . Semua menyukainya, habis dibeli oleh mereka,”ungkap Ririn senang.Yakin makanan buatanya diterima oleh masyarakat, akhirnya wanita yang memiliki hobi memasak inipun memutuskan untuk berhenti kerja dan memilih untuk berbisnis makanan olahan dari ikan laut.

Tahun 2007 dengan modal Rp 2,5 juta Ririn memulai usaha dengan nama “UD.Family Food”. Agar mudah diingat produknya diberi merek Laras Food. Saat itu ia mencoba memproduksi crispy seafood deli sebanyak 250 kg.

“Saya yakin saja memproduk sebanyak itu, karena feeling saya produk ini akan laris dipasaran karena makanan ini bisa dikonsumsi siapa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serta kaya gizi. Selain itu dalam proses produksinya  tanpa menggunakan bahan pengawet” cetusnya.

Untuk pemasaran, ibu dua anak ini bermitra dengan para agen, khususnya para agen yang pernah mengageni produk dari perusahaannya terdahulu.“Ternyata mereka mau memasarkan produk Laras Food. Saya juga aktif menawarkan produk melalui internet dan pameran. Harga yang saya tawarkan Rp 13.500-16.000 perpack,”paparnya.

Dengan kegigihannya usaha yang beralamat di Jl Raya Tenaru RT 8/RW 3 Driyorejo Gresik ini ia kini sudah memiliki agen di beberapa daerah. Ia sengaja tidak memasarkan ke pasar modern karena keterbatasan modal yang dimiliki. Agar produknya kompetitif di pasar, istri Ali Usman ini melakukan berbagai inovasi produk yaitu dengan membuat produk-produk baru  seperti crispy deli, martabak, pastel udang, spring roll, kekian, drum stick, siomay, dan masih banyak lagi.

Inovasi ini harus dilakukan karena pasar pasti mengalami kejenuhan. Bila mereka mulai jenuh,  ia dipastikan akan meluncurkan produk baru sehingga pelanggan tetap tertarik untuk menggunakan produknya. Dalam menciptakan inovasi baru, wanita kelahiran Gresik, 29 Oktober 1978 ini memilih ikan laut berdaging putih sebagai bahan untuk membuat produk olahan, alasannya, dagingnya tidak memberi efek gatal di kulit bila dikonsumsi.Kini  Ririn telah mempekerjakan 17 orang karyawan untuk memproduksi makanan olahan dari ikan laut, dengan omzet mencapai Rp50juta per bulan.Ia yakin usahanya akan terus berkembang seperti yang ia harapkan.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari