Tanggal Hari Ini : 26 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Jika Bisnis Bangkrut Cari Penyebabnya Benahi Secepatnya
Rabu, 27 Maret 2013 11:11 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Setiap kasus jatuhnya bisnis, selalu memiliki sebab, dan memiliki tanda-tanda. Berikut 10 tanda-tanda yang mengarah pada jatuhnya sebuah bisnis yang dirangkum dari berbagai pengalaman para praktisi bisnis yang telah berpengalaman jatuh bangun mengelola usaha. Jika  tidak segera dikendalikan dari awal, bisnis benar-benar akan ambles sungguhan. Berikut tanda-tandanya.  

Pertama, tidak Sabar.  Pebisnis yang tidak sabar  cenderung tidak telaten mengelola usaha. Ketidaksabaran juga menyebabkan banyak kecerobohan yang muncul. Ketidaksabaran dan kecerobohan merupakan faktor  yang sering menjadi penyebab hancurnya bisnis yang sudah dibina bertahun tahun.

Kedua, melupakan kepentingan usaha, mengutamakan kepentingan pribadi. Pebisnis yang mulai sukses, seringkali lupa membangun usahanya lebih kuat, lebih berdaya saing. Ia terlena dengan usahanya yang sudah mulai berjalan, padahal sejalan dengan berkembangnya usaha yang didirikannya, banyak kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha tersebut. Ia justru meningkatkan dan mengutamakan keperluan pribadi yang justru tidak ada sangkutpautnya dengan kegiatan usaha.

Ketiga, terjebak kredit macet. Akses kredit yang mudah, baik yang ditawarkan oleh perbankan atau lembaga keuangan lainnya, bahkan melalui kartu kredit jika tidak dilakukan  secara hati-hati dan terukur menjadi penyebab kejatuhan bisnis seseorang.  Gunakan kredit perbankan seluruhnya untuk kegiatan usaha, dan jangan digunakan untuk memenuhi kegiaan selain itu.  

Keempat, terlibat masalah hukum.  Ketika sudah bertekad menjadi pewirausaha, yang paling penting diperhatikan adalah perilaku sosial harus jauh dari masalah hukum, misalnya menipu, membohongi orang lain, mencuri serta berperilaku negative, karena sewaktu-waktu bisa saja seseorang terjerat hukum yang berakibat buruk bagi bisnis yang sedang dibangun. Jika terbelit masalah hukum, reputasi bisnis dapat hancur seketika.

Kelima, memiliki nafsu bergaya hidup mewah dan berlebihan, terutama jika menggunakan fasilitas uang usaha. Kebiasaan ini dapat menyebabkan keuangan perusahaan dalam keadaan bahaya, karena uang yang seharusnya digunakan untuk investasi digunakan untuk berfoya-foya.

Keenam, gampang tergoda promosi. Menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan perusahaan memang itulah harapannya, tetapi banyak pewirausaha yang baru tumbuh selain memiliki kebiasaan membeli produk yang tidak ada manfaatnya juga gampang tergoda oleh rayuan promosi. Setiap ada pameran selalu selalu meneken kontrak order barang tanpa memperdulikan kondisi keuangan perusahaan. 

Ketujuh, terlalu ambisius, sehingga action bisnisnya tanpa perhitungan sama sekali. Modal nekadnya terlalu tanpa perhitungan, sabet uang sana-sini, tanpa memperhitungkan darimana asalnya uangnya. Ujung-ujungnya usahanya terus merosot ke bawah hanya karena gengsi ingin dikatakan sebagai pengusaha multi talenta dan berhasil dimana-mana.  

Kedelapan, terlalu banyak menggunakan uang orang lain tetapi lupa  bahwa itu uangnya orang yang harus dikembalikan. Jika meminjam sering lupa menggembalikan sehingga reputasinya hancur, dan jika berbisnis dengan bagi hasil seringkali abai memberikan hak bagi hasil kepada orang lain. Karena sering lupa bahwa yang digunakan usaha adalah duitnya orang, biasanya usaha yang dijalankan berakhir dengan masalah dan percekcokan.

Kesembilan, tidak mau dan tidak cepat belajar tentang kondisi dari lingkungan bisnisnya yang terus berkembang dan terus berubah seiring dengan perubahan zaman dan sosial masyarakat. Akhirnya bisnisnya tidak laku dan ditinggalkan pelanggan.  

Kesepuluh, tidak mampu melakukan kaderisasi, dan malas membangun sistem, serta enggan mendelegasikan tugas yang optimal kepada team dalam perusahaannya dengan baik, sehingga usahanya stagnan dan kehilangan energy untuk berkembang. Jika tidak diantisipasi usahanya lambat laun akan mati.

Jika Bisnis Bangkrut Cari Penyebabnya Benahi Secepatnya , nafsu bergaya hidup mewah dan berlebihan, melupakan kepentingan usaha, tidak Sabar, terlalu ambisius

Agar Tak Bangkrut dan Bisnis Tetap Berjaya  

Setiap pebisnis mengharapkan keuntungan, dan ingin usahanya  berjaya sepanjang masa. Menurut Haji Nuzli Arismal atau biasa disebut Haji Alay, juragan besar yang malang melintang di Pasar Tanah Abang, Jakarta ini, bisnis yang dijamin tidak akan merugi dan tidak akan menyebabkan bangkrut jika anda memuliakan anak yatim, memberi makan orang miskin, tidak berlaku tamak terhadap bisnis yang digeluti, menunaikan kewajiban membayar zakat dan sedekahnya, serta tidak berlebihan mencintai dunia.

Lantas apa hubungannya antara berbisnis dengan memberi makan anak yatim, memberi makan orang miskin, serta membayar zakat dengan jaminan bisnis yang tidak merugi? Karena menurut Haji Alay, rahasianya terletak pada kemampuannya untuk ‘memberi”. Karena bagi orang yang memberi ia telah mengalirkan sebagian ‘kekuasaan’Tuhan kepada manusia yang memerlukan.

Jika Bisnis Bangkrut Cari Penyebabnya Benahi Secepatnya , nafsu bergaya hidup mewah dan berlebihan, melupakan kepentingan usaha, tidak Sabar, terlalu ambisius

Karena itu, Haji Alay  berpesan untuk menjadi pebisnis sukses, maka memberilah  dengan segala kemampuan yang ada. 

“Jika tidak memiliki penghasilan untuk memberi maka memberilah dengan yang tanpa perlu mengeluarkan uang. Kalau penghasilannya masih sedikit, ya memberilah sedikit dari yang sedikit itu. Kalau penghasilannya sudah banyak, ya memberilah lebih banyak dibanding yang sedikit tadi. Kalau bisa dan yang terpenting adalah ikhlas. Jika melakukan itu, maka Insya Allah digaransi tidak akan merugi dan tidak bakal bangkrut”, ujarnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari